BASIC LABORATORY
SKILLS ( PELAKSANAAN)
Laboratorium adalah tempat belajar mengajar melalui metode
pratikum yang dapat menghasilkan pengalaman belajar di mana siswa berinteraksi
dengan berbagai alat dan bahan untuk mengobservasi gejala-gejala yang dapat diamati
secara langsung dan dapat membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari.
A.
Pelaksanaan
Praktikum
Kita melaksanakan semua
kegiatan yang telah direncanakan secara bertahap, satu persatu sesuai dengan jadwal yang
telah disusun pada tahap persiapan. Siswa harus memeiliki keterampilan dasar saat saat pelaksanaan praktikum yaitu :
1.
Pada saat pelaksanaan
nya siswa telah Menggunakan kelengkapan yang wajib dalam praktikum (seperti jas
lab, masker, sarung tangan, sepatu ket, dan sebagainya).
2.
Dapat menggunakan
alat-alat dan bahan praktikum yang dilakukan
Kegiatan yang dilakukan di laboratorium selalu menggunakan
alat-alat untuk mempermudah kegiatan tersebut. Alat adalah suatu benda yang
digunakan dalam melakukan kegiatan praktikum, eksperimen, dan penelitian.
Alat-alat laboratorium memiliki bentuk yang khas dan unik dengan fungsi yang
berbeda-beda. Dan siswa harus dapat menggunakan alat-alat
yang akan digunakan pada saat praktikum sesuai dengan topik yang akan
dipraktikumkan
Dari
pembahasan ini saya akan memaparkan salah satu pelaksanaan Praktikum
PRAKTIKUM PEMBEDAHAN KATAK
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Anatomi
hewan adalah ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian organ tubuh hewan
beserta fungsinya dalam pengamatan anatomi hewan, diperlukan adanya pembedahan
untuk mengetahui lebih jelas sisten organ pada hewan, khususnya organ sistem
pencernaan dan organ sistem pernafasan secara langsung. Hewan yang dijadikan
objek penelitian atau pengamatan adalah katak sawah (Rana cancarivora) yang
termasuk dalam kelas amfibi karena dapat hidup di darat dan di air. Katak sawah
(Rana cancarivora) memiliki sistem pencernaan yang terdiri dari saluran
pencernaan dan kelenjar pencernaan. Pada sistem pernafasan tersusun atas celah
glottis, laring, bronchus, bronkeolus, alveolus dan alveoli.
Katak
adalah satu anggota dari classic Amphibia. Amphibia berasal dari kata amphi
artinya rangkap dan bios artinya kehidupan, karena Amphibia ialah hewan yang
hidup dengan dua bentuk kehidupan, mula-mula di dalam air tawar kemudian di
darat. Kulit halus selalu basah apabila hewan berada di luar air untuk
meyakinkan terjadinya pernafasan melalui kulit. Kulit dilengkapi dengan
kelenjar-kelenjar yang menghasilkan lendir untuk mempertahankan keadaan agar
selalu basah.
B. Tujuan
Adapun
tujuan yang ingin dicapai dalam praktikum ini adalah untuk mengetahui bentuk,
warna, dan lokasi serta hubungan dengan organ lain pada suatu sitem organ.
C. Manfaat
Adapun manfaat dari
kegiatan ini adalah kita dapat mengetahui bentuk, warna dan letak organ serta
hubungannya dengan organ lain pada katak suatu sistem organ.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Amphibi merupakan kelompok
hewan dengan fase daur hidup yang berlangsung di air dan di darat. Amphibi
mempunyai kulit yang selalu basah dan berkelenjar, berjari 4-5 atau lebih
sedikit, tidak bersirip. Mata mempunyai kelopak yang dapat digerakkan, mata juga
mempunyai selaput yang menutupi mata pada saat berada dalam air. Pada mulut
terdapat gigi dan lidah yang dapat diulurkan. Pada saat masih kecil (berudu)
bernafas dengan insang. Setelah dewasa bernafas dengan menggunakan paru-paru
dan kulit. Suhu tubuh berubah-ubah sesuai dengan keadaan lingkungan.
Katak memiliki sepasang
paru-paru berupa kantung elastis yang tipis. Mekanisme pernafasan paru-paru
terdiri dari inspirasi dan ekspirasi. Keduanya dengan mulut tertutup. Katak
memiliki tulang-tulang rusuk dan rongga badan.
Saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.
Saluran pencernaan katak secara berturut-turut adalah rongga mulut, faring,
kerongkongan, lambung, usus 12 jari, usus halus, usus besar, dan kloaka.
Kelenjar pencernaan katak meliputi hati, kantung empedu, dan pankreas. Sistem
pencernaan dimulai dari mulut yang memiliki gigi sejati. Lidah katak dapat
untuk menangkap makanan atau mangsa seperti serangga. Saluran pencernaan mulai
dari esophagus yang sangat pendek, terdiri dari kontraksi yang kecil, tepinya
bersilia dan sebagai alat cerna yaitu sel-sel secretoris, kemudian ke usus 12
jari dan usus halus yang berkelok-kelok dan selanjutnya ke usus besar yang
lebar. Setelah usus besar langsung menuju ke kloaka, yaitu tempat lubang
pelepasan (Kastowo, 1984).
Sistem peredaran darah pada
katak adalah peredaran darah tertutup dan ganda. Pada peredaran darah ganda,
darah melalui jantung sebanyak dua kali dalam sekali peredarannya. Pertama
darah dari jantung menuju ke paru-paru dan kembali ke jantung, kedua darah dari
seluruh tubuh menuju jantungdan di edarkan kembali keseluruh tubuh. Jantung
katak terdiri dari tiga ruang yaitu atrium kiri, kanan dan ventrikel.
Diantaranya atrium dan ventrikel terhadap klep yang mencegah agar darah dari
ventrikel mengalir kembali ke atrium (Kimball, 1991).
Kulit katak memiliki
kelenjar yang dapat mengeluarkan lendir yang licin. Warna kulit katak dapat
berubah sesuai dengan cahaya yang ditangkap oleh tubuh untuk dapat berubah.
Perubahan warna kulit pada katak dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan
lingkungan dan untuk melindungi diri dari perhatian hewan pemangsa, kulit katak
juga berfungsi dalam pertukaran gas (Iskandar, 1998).
BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Adapun
waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum ini adalah sebagai berikut:
Hari/ Tanggal : Senin,
16 April 2018
Pukul :
14.00 – 16.00
Tempat :
Laboraturium UIN STS Jambi
B. Alat dan Bahan
1. Alat
Adapun alat yang digunakan
dalam praktikum ini adalah botol pembius, baki bedah, 1 set alat beda (gunting,
pisau/skalpel pinset, sedotan limun dan jarum).
2. Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah katak (Rana
cancarivora), kapas, kloroform.
C . Prosedur kerja
Adapun prosedur kerja dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
1 . Pengamatan Morfologi
a. Mematikan katak:
mengambil segenggam kapas, membasahi dengan eter/kloroform, lalu memasukkan ke
dalam botol pembius, kemudian memasukkan katak dengan segera ke dalam botol
tersebut, menutup rapat dan membiarkan hingga katak tersebut mati, dan cloroform diberi 70 % agar kondisi katak tetap baik dan tidak menggelembung.
b. Pengamatan:
mengeluarkan katak kemudian meletakkan di atas kaki bedah (membiarkan kapas
dalam botol dan menutup rapat karena uapnya berbahaya). Mengamati bagian luar
katak:
1) Mata kelopak dan
selaput tidur
2) Lubang hidung luar
3) Membran tymphani
4) Alat gerak depan dan
belakang
5) Permukaan kulit
2. Pengamatan anatomi
a. Dengan arahan dari
dosen atau asisten, melakukan pembedahan dengan hati-hati di atas baki beda.
b. Mengamati letak semua
organ dalam pada katak.
c. Memasukkan dan meniup
secara perlahan sedotan limun ke rongga mulut katak untuk mengamati paru-paru.
d. Mengamati seluruh
organ dan menggambar sesuai sistem organ yang disusun.
Adapun Vidio Simulasi Praktikum Pembedahan Katak
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
B. Pembahasan
Praktikum kali ini mengunakan katak sawah (Fejervarya cancrivora) yang termasuk dalam kingdom Animalia, phylum Chordata, subphylum Vertebrata, class Amphibia, ordo Anura, family Ranidae, genus Fejervarya. Katak sawah (Fejervarya cancrivora) terdiri dari empat bagian yaitu caput, truncus, extremitas anterior danextremitas posterior. Caput berbentuk segi tiga dan memiliki beberapa organ yaitucavum oris, organon visus, membran tymphani dan nares externa. Cavum orisberukuran lebar dan tidak berada diujung kepala, tetapi sedikit ke bawah. Cavum orismembelah secara horizontal hampir keseluruh bagian kepala. Nares externa berukuran kecil, membran tymphani berbentuk cincin berwarna coklat kehitam-hitaman (Pujaningsih, 2007).
Truncus pendek dan kompak, memipih pada bagian distal yaitu daerah yang menempati vertebrae sacrales. Lubang cloaca terletak terminal. Extremitas anteriorpendek tetapi bagian-bagian dapat dikenal, karena adanya 4 buah jari disetiap bagiannya. Extremitas posterior lebih panjang dengan 5 buah jari yang disela-selanya terdapat selaput renang (web) yang membantu katak berenang. Extremitas posteriorterdiri dari femur, crus, dan pes. Kulit katak dilengkapi dengan kelenjar-kelenjar yang menghasilkan lendir pada epidermis dan salurannya bermuara dipermukaan kulit (Pujaningsih, 2007).
Katak sawah memiliki mekanisme pertahanan diri dalam melawan berbagai mikroorganisme patogen tersebut yaitu dengan sekresi lendir pada permukaan kulitnya. Ekstrak lendir kulit katak mengandung substansi antifungi yang mampu menghambat pertumbuhan Candida albicans, Mycosporum gypseum danTrychophyton mentagrophytes. Pemanfaatan bakteri indigenous katak sawah lokal sebagai biofungisida merupakan inovasi baru karenabelum secara maksimal dikaji. Pemanfaatan katak hanya untuk dikonsumsi karena dagingnya kaya protein (Susilawati, 2013).
Sistem pencernaan pada katak terdiri atas rongga mulut (cavum oris), pharynk, oesophagus, gastrum, duodenum, intestine, colon, dan cloaca. Bangunan-bangunan yang berada di dalam cavum oris ialah dentis dan lingua. Cavum oris sebelah anterior berpangkal lingua dengan ujung yang bebas di sebelah posterior. Ujungnya berlekuk sehingga tampak bercabang dan oleh karena itu disebut bifida. Lingua dapat dijulurkan keluar dengan cepat yang berfungsi untuk menangkap dan memasukkan mangsanya ke dalam mulut (Radiopoetro, 1977).
Sistem reproduksi pada vertebrata umumnya sama, tetapi karena tempat hidup, perkembangan anatomi dan cara hidup yang berbeda menyebabkan adanya perbedaan pada proses fertilisasi. Sistem reproduksi pada katak jantan terdiri atas testis, vassa efferentia, vesica seminalis, corpus adiposum yang merupakan bahan cadangan makanan yang digunakan pada musim perkawinan. Katak jantan mempunyai sepasang testis (bentuknya oval, warnanya keputih-putihan) terletak di sebelah atas ginjal. Testis diikat oleh alat penggantungnya yang disebut mesorchium. Testis terdapat saluran yang disebut vassa efferentia yang bermuara di cloaca. Bagian ureter yang dekat cloacamengalami pembesaran yang disebut vesica seminalis yang berfungsi untuk penampungan sementara spermatozoa (Zug,1993).
Saluran reproduksi pada katak betina berawal dari ovarium yang mengalir melalui oviduct. Oviduct merupakan suatu saluran yang menjulur dari bagian anterior rongga tubuh menuju bagian posterior tepatnya pada cloaca. Oviduct mempunyai sel kelenjar yang menyekresikan lapisan lunak disekitar telur, dan pada bagian posteriornya melebar untuk penampungan telur sementara tetapi selain itu oviducttidak mengalami pencirian khusus. Katak melakukan proses reproduksi di dalam air, sedangkan fertilisasi terjadi di luar tubuh katak betina (eksternal). Katak betina yang sedang hamil namun tidak ada katak jantan yang mengawininya maka telur akan disimpan di dalam tubuh (Susanto, 1994).
Organ reproduksi katak betina terdiri atas sepasang ovarium yang terdapat pada bagian belakang rongga tubuh diikat oleh penggantungnya yang disebut mesovarium. Katak betina ketika musim kawin pada ovarium terpadat, ovum yang masak akan menuju ke saluran yang disebut oviduct. Bagian posterior oviduct membesar membentuk uterus. Selanjutnya telur dikeluarkan melalui cloaca keluar dari tubuh. Katak sendiri terjadi fertilisasi eksternal (pembuahan di luar tubuh) dan pada musim kawin terjadi isyarat kawin oleh katak jantan dan katak betina. Perkawinan dilakukan dengan cara katak jantan menempel di atas punggung katak betina, lalu keduanya menyemprotkan sel–sel gametnya ke luar tubuh (Zug, 1993).
Organ utama sekresi pada katak yaitu ginjal dan organ yang lainnya terdiri atas kandung kemih, ureter dan ginjal. Ginjal amphibi sama dengan ginjal ikan air tawar yaitu berfungsi untuk mengeluarkan air yang berlebih. Karena kulit katak permeabel terhadap air, maka pada saat ia berada di air, banyak air masuk ke tubuh katak secara osmosis. Katak yang berada di darat harus melakukan konservasi air dan tidak membuangnya. Katak menyesuaikan dirinya terhadap kandungan air sesuai dengan lingkungannya dengan cara mengatur laju filtrasi yang dilakukan oleh glomerulus, sistem portal renal berfungsi untuk membuang bahan – bahan yang diserap kembali oleh tubuh selama masa aliran darah melalui glomerulus dibatasi. Kantong urin merupakan derivat ektodermal dari cloaca. Ureter pada katak bermuara pada cloacadan urin dari sini akan diserap kembali ke dalam kantong urin (Villee & Barries,1988).
Tubuh katak dan vertebrata lainnya mengandung tiga macam otot daging, yaitu otot daging berserat halus, otot daging jantung, dan otot daging berserat melintang. Perbedaan itu berdasarkan susunan secara mikroskopis dan fisiologis. Otot daging sebelah luar terdiri atas otot daging skeletal atau otot daging bebas yang melekat pada tulang-tulang. Otot daging tersebut dikendalikan oleh kemauan pada geraknya. Masing-masing otot daging itu terdiri atas serat-serat yang satu sama lain digabung oleh jaringan ikat. Kedua ujung biasanya melekat pada tulang yang berlainan. Bagian sentral yang sedikit bergerak disebut origin sedang bagian distal merupakan bagian yang banyak bergerak disebut insertion. Banyak otot daging yang memiliki perluasan dengan jaringan ikat sehingga dapat membungkus sebelah ujung tulang yang disebuttendon (Jasin, 1989).
Sistem otot pada katak dibagi menjadi empat bagian, yaitu sistem otot pada bagian kepala, sistem otot daerah pectoral, sistem otot daerah abdomen atau ventral dan sistem otot pada extremitas posterior. Hasil dari pengamatan yang didapat adalah bahwa sistem otot daerah abdomen atau ventral dari katak sawah (Fejervarya cancrivora) terdiri dari musculus rectus abdominis, musculus obliqus externus danmusculus obliqus internus. Musculus rectus abdominis terdapat medio ventral tubuh yang ditengahnya terdapat tendo berwarna putih yang disebut linea alba dan juga terdapat inscriptio tendinae yang berjumlah empat pasang (Moment, 1967).
Sistem otot pada extremitas posterior dari katak sawah (Fejervarya cancrivora) terdiri dari dua bagian yaitu pada bagian femur (paha) dan crus (betis). Pada bagian femur dapat dikenali otot dari arah lateral ke medial antara lain :muscullus trisep femoris, muscullus sartorius, muscullus adductor magnus, muscullus gracillis mayor dan muscullus gracillis minor. Otot yang membangun bagian dari betis katak sawah antara lain muscullus gastronimeus, muscullus tibialis anticus longus, muscullus tibialis anticus brevis dan muscullus tibialis posticus (Moment 1967)
DAFTAR PUSTAKA
Dari Artikel tersebut ada beberapa rumusan masalah
1. Bagaimana
pelaksanaan praktikum yang baik ?
2.
Apabila dalam pelaksanaan praktikum, pada saat itu anda belum
mepersiapkan persiapan untuk praktikum, apa masih bisa praktikum dilaksanakan dan
bagaimana dampaknya? jelaskan !
3. Disaat siswa
akan melaksanakan praktikum tetapi siswa tidak memiliki pengetahuan tentang
yang akan dipraktikumkan, apakah siswa tersebut bisa melaksanakan praktikum ?
dan apa dampaknya !














