MANAGEMENT
FUNCTIONS IN LABORATORY
1.
Pengertian Manajemen
Manajemen Laboratorium. laboratorium yang baik harus
dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk memudahkan pemakaian laboratorium
dalam melakukan aktivitasnya. Fasilitas tersebut ada yang berupa fasilitas umum
dan fasilitas khusus. Fasilitas umum merupakan fasilitas yang dapat digunakan
oleh semua pemakai Laboratorium contohnya penerangan, ventilasi, air, bak cuci
(sinks), aliran listrik dan gas.
Fasilitas khusus berupa peralatan dan mebelar, contohnya meja siswa/mahasiswa,
meja guru/dosen, kursi, papan tulis, lemari alat, lemari bahan, ruang timbang,
lemari asam, perlengkapan P3K, pemadam kebakaran dan lain-lain. Beberapa hal
yang perlu diperhatikan manajemennya adalah sumber daya manusia, sarana dan
prasarana dan penggunaan laboratorium.
2. Fungsi
Manajemen Laboraturium
Fungsi manajemen terdiri atas 4 fungsi
yang utama manajemen, yaitu :
- Planning ( fungsi perencanaan )
- Organizing ( fungsi pengorganisasian)
- Directing ( pengarahan )
- Controlling ( pengendalian )
Didalam
perusahaan, untuk memperoleh hasil manajemen secara maksimal, para manajer
didalam perusahaan haruslah mampu menguasai seluruh fungsi manajemen yang ada.
Planning (Fungsi
Perencanaan)
Planning
merupakan suatu aktivitas menyusun, tujuan perusahaan lalu dilanjutkan dengan
menyusun berbagai rencana-rencana guna mencapai tujuan perusahaan yang sudah
ditentukan. Planning dilaksanakan dalam penentuan tujuan organisasi scara
keseluruhan dan merupakan langkah yang terbaik untuk mencapai tujuannya itu.
pihak manajer mengevaluasi berbagaii rencana alternatif sebelum pengambilan
tindakan kemudian menelaah rencana yang terpilih apakah sesuai dan bisa
dipergunakan untuk mencapai tujuan. Perencanaan adalah proses awal yang paling
penting dari seluruh fungsi manajemen, karena fungsi yang lain tak akan bisa
bejalan tanpa planning.
Ada
beberapa aktivitas dalam fungsi perencanaan
- Menetapkan arah tujuan serta target bisnis
- Menyusun strategi dalam pencapaian tujuan
dan target tersebut
- Mentukan sumber daya yang dibutuhkan
- Meneta pkan standar kesuksesan dalam pencapaian suatu
tujuan dan target bisnis
Perencanaan
(planning) dari sudut pandang jenjang manajemen bisa dibagi beberapa jenjang:
- Top Level Planning (perencanaan jenjang atas),
perencanaan dalam jenjang ini bersifat strategis. memberikan petunjuk
umum, rumusan tujuan, pengambilan keputusan serta memberikan pentunjuk
pola penyelesaian dan sifatnya menyeluruh. top level planning ini
penekanannya pada tujuan jangka panjang organisasi dan tentu saja menjadi
tangung-jawab manajemen puncak.
- Middle Level Planning (perencanaan jenjang menengah),
dalam jenjang perencanaan ini sifatnya lebih administratif meliputi
berbagai cara menempuh tujuan dari sebuah perencanaan dijalankan.
dan tanggungjawab perencanaan level ii berada pada manajemen menengah
- Low Level Planning (perencanaan jenjang bawah)
perencanaan ini memfokuskan diri dalam menghasilkan sehingga planing ini
mengarah kepada aktivitas operasional. dan perencanaan ini menjadi
tanggung-jawab manajemen pelaksana
Berikut
syarat syarat perencanaan yang baik, selayaknya memenuhi beberapa hal berikut:
- Mempunyai tujuan yang jelas
- Sederhana, tidak terlalu sulit dalam menjalankannya
- Memuat analisa pada pekerjaan yang akan dilakukan
- Fleksibel, bisa berubah mengikuti perkembangan yang
terjadi
- Mempunyai keseimbangan, tanggung jawab dan tujuan yang
selaras ditiap bagian
- Mempunyai kesan sesuatu yang dimliki tersedia dan bisa
dipergunakan dengan efektif serta berdaya guna
Manfaat
dari Planning
- Bisa membuat pelaksanan tugas jadi tepat serta
aktivitas tiap unit akan terorrganisasi ke arah tujuan yang sama
- Dapat menghindari kesalahan yang mungkin akan terjadi
- Memudahkan pengawasan
- Dipergunakan sebagai pedoman dasar dalam menjalankan
aktivitas
Organizing (Fungsi
Pengorganisasian)
Organizing
adalah suatu aktivitas penagturan dalam sumber daya manusia dan sumber daya
fisik yang lainnya yang dimiliki oleh perusahaan untuk bisa melaksanakan
rencana yang sudah ditetapkan dan mencapai tujuan utama perusahaan. Dalam
bahasa yang lebih sederhana organizing merupakan seluruh proses dalam
mengelompokkan semua orang, alat, tugas tanggung-jawab dan wewenang yang
dimiliki sedemikian rupa hingga memunculkan kesatuan yang bisa digerakkan dalam
mencapai tujuan. Organizing dapat membuat manajer mudah dalam melaksanakan
pengawasan serta penentuan personil yang diperlukan untuk menjalankan tugas
yang sudah dibagi bagi. pengorganisasian bisa dijalankan dengan menetukan tugas
apa yg harus dikerjakan, siapa personil yang menjalankannya, bagaimana tugasnya
dikelompokkan, siapa yang harus bertanggung jawab terhadap tugas tersebut.
dibawah ini adalah aktivitas aktivitas yang ada dalam Organizing (fungsi pengorganisasian)
- Mengalokasikann sumber daya, menyusun dan menetapkan
tugas-tugas serta menetepkan prosedur yang dibutuhkan
- Menetapkan strukutur perusahaan yang menujukan adanya
garis kewenangan serta tanggung-jawab
- Aktivitas perekrutan, menyeleksi orang, pelatihan serta
pengembangan tenaga kerja
- Aktivitas penempatan tenaga kerja dalam posisi yang pas
dan paling tepat.
Directing (Fungsi
Pengarahan)
Directing
alias fungsi pengarahan merupakan fungsi untuk meningkatkan efektivitas dan
efisiensi kinerja dengan optimal dan menciptakan suasana lingkungan kerja yang
dinamis, sehat dan yang lainnya. Ada beberapa aktivitas yang dilakukan pada
fungsi pengarahan:
- Mengimplementasikan suatu proses kepemimpinan,
penbimbingan, dan memberikan motivasi kepada pekerja suapay bisa bekerja
dengan efektif serta efisien dalam mencapai tujuan yang ditetapkan
- Memberi tugas serta penjelasan secara rutin tentang
pekerjaan
- Menjelaskan semua kebijakan yang sudah ditetapkan
Controlling (Fungsi
Pengendalian / Pengawasan)
Controling
merupakan kegiatan dalam menilai suatu kinerja yang berdasarkan pada standar
yang sudah dibuat perubahan atau suatu perbaikan apabila dibutuhkan. aktivitas
dalam fungsi pengendalian ini misalnya:
- Mengevaluasi keberhasilan dalam proses mencapai tujuan
dan target mengikuti indikator yang sudah ditetapkan
- Menempuh langka klarifikasi serta koreksi atas
terjadinya penyimpangan yang ditemukan
- Memberi alternatif solusi atas masalah yang terjadi
dalam mencapai tujuan yang ditetapkan
Pentingnya pengelolaan laboratorium mencakup
hal:
·
Memelihara
kelancaran penggunaan laboratorium
·
Menyediakan
alat atau bahan yang diperlukan
·
Membuat
format peminjaman
·
Pendokumentasian
atau pengarsipan
·
Peningkatan
laboratorium
Dari artikel tersebut, adapun beberapa
rumusan masalah
1. Bagaimana
fungsi manajemen laboraturium yang baik?
2. Jika anda terlibat masalah yaitu kurangnya
sumber daya manusia, sehingga mempengaruhi manajemen, apa yang anda lakukan
dengan hal tersebut ?
3. Apakah
manajemen laboraturium sama dengan manajemen perusahaan ?
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMenanggapi pertanyaan no 3. Mnrt saya managemen nya sama. Hanya aja beda dalam isi. Karena perusahaan dan leb mempunyai tujuan yg berbeda.
BalasHapussaya akan menjawab pertanyaan no 1. Fungsi manajemen yang baik adalah jika fungsi yang anda jelaskan di atas dilaksanakan di laboratorium dengan baik. Maka funhsi manajemen akan berjalan baik pula.
BalasHapusTerimakasih atas ulasannya. Terkait pertanyaan kedua Jika anda terlibat masalah yaitu kurangnya sumber daya manusia, sehingga mempengaruhi manajemen, apa yang anda lakukan dengan hal tersebut ? Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yg mempengaruhi fungsi manajemen lab. Jika saya berada pada posisi kekurangan sdm, maka hal yang akan saya lakukan adalah memaksimalkan sdm yg ada di lab tsb.slain itu juga beritahu asesor dan pejabat terkait agar kekurangan ini bs di tanggulangi.
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1 yaitu, Bagaimana fungsi manajemen laboraturium yang baik? Fungsi laboratorium yang baik adalah yang berjalan dengan semestinya baik dari perencanaan, penataan alat dan bahan, pengadministrasian laboratorium, pengamatan, perawatan, maupun pengawasan sehingga tidak perlu di adakannya evaluasi pada fungsi manajemen
BalasHapusMenanggapi pertanyaan no.3 mengenai Apakah manajemen laboraturium sama dengan manajemen perusahaan ?
BalasHapus-menurut saya,jika secara konsep fungsi manajemen pada lab dan perusahaan hampir sama, namun jika secara tujuan dan tugas tentu berbeda karena perusahaan dan lab memiliki target yg berbeda.
Terima kasih.
Menanggapi pertanyaan nomor 2, jika kekurangan tenaga lab disekolah maka pihak sekolah dapat mendatangkan tenaga ahli dari luar seperti teknisi atau laboran, jika tidak memungkinkan untuk mendatangkan tenaga ahli dari luar maka dapat memaksimalkan tenaga yg ada misalnya memberikan pelatihan kpda guru2 untuk dapat membantu mengelola labor.
BalasHapusAssalamualaikum,
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab pertanyaan nomr 1.
Fungsi manajemen laboratorium yang baik adalah yang mana semua kegiatan di laboratorium, ataupun permasalahan yang ada, mampu teratasi dengan baim sebagaimana yang kita telah direncanakan.
Apakah manajemen laboraturium sama dengan manajemen perusahaan ?
BalasHapusmenurut pendapat saya langkah langkah pyang dilakukan sama cuma yang membedakan perlakuan dan tujuannya
Menanggapi pertanyaan nomor 3. Menurut saya berbeda. Manajemen laboratorium lebih sederhana dari manajemen perusahaan dan terfokus pada kinerja internal. Terima kasih,.
BalasHapusMenanggapi pertanyaan ke 3, menurut saya mnagement labor lebih simpel dari management perusahaan, terlebih pengorganisasian perusahaan lebih kompleks dari labor. Namun jika dari pngertian management itu sendiri sama
BalasHapusMenanggapi pertanyaan no.3 mengenai Apakah manajemen laboraturium sama dengan manajemen perusahaan ?
BalasHapusmenurut saya,secara konsep awal fungsi manajemenyang dilakukan di lab dan perusahaan hampir sama, akan tetapi secara tujuan dan tugas tentu berbeda karena perusahaan dan lab memiliki sasaran yang berbeda.
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapusBagaimana fungsi manajemen laboraturium yang baik?
Managemen yg baik yaitu jika semua fungsi -fungsi dari managemen itu bisa dilakukan dengan baik.
Terima kasih